Minggu, 07 Oktober 2012

sejarah negara Madina


Bab I
Pendahuluan
A.    Latar Belakang
Selama ini kita sering mendengar yang nama Negara  Madinah dan sekaligus kita tahu bahwa Negara itu merupakan salah satu negeri yang di haram kan(haramain) oleh Allah SWT. Di dunia ini hanya ada 2 negeri(Makkah Dan Madinah) yang diharamkan baik itu berperang,atau non islam masuk kedalam nya,  Makkah/madinah adalah awal mulanya agam islam ini berkembang, terkhususnya Madinah berkembang nya islam baik itu muamalah maupun islam itu sendiri.

Secara keilmuan kita hanya lah mengetahui bahwa Negara madinah kota nya tujuan berhaji setiap tahunnya, apakah kita tahu apakah sejarah negarah madinah itu sendiri?dan Apakah kita mengatahui peninggalan bersejarahnya?  Untuk mengetahui itu semua makanya kami di sini akan membahas Sejarah Negara Madinah.


B.     Rumusan Masalah

1.      Bagaimanakah Asal Mula Negara Madinah?

2.      Apa saja peninggalan bersejarah Negara Madinah?

3.      Sebutkan nama-nama lain Madinah?










Bab II
Pembahasan
A.    Madinah Sebelum Nabi Datang
Madinah adalah kota indah nan subur,terletak dikawasan Hijaz; 24-28 drajat Lintang Utara dan 39-360 Bujur Timur. Sebelum islam datang, Madinah dikenal dengan sebutan “Yatsrib”.Nama yatsrib diambil dari seseorang yatsrib bin Qa’id bin ‘Abil, seorang Arab dari keluarga Amaliqah yang menguasai daerah Bahrain, Hijaz, dan Mesir. Selain itu madinah masih mempunyai beberapa nama lagi. Madinah atau Yatsrib mempunyai posisi stratagis, sebagaimana kota Makkah (lihat: Adzim,Abdul.Sejarah dan Keajaiban Makkah). Dulu, banyak kafilah-kafilah dagang datang dari Yaman dan Suriah (Syiria) singgah dan banyak membawa berkah.[1]
Bangsa Yahudi melakukan imigrasi ke Madinah karena lari dari penindasan Romawi dan Babilonia.Suku Bani Quraizhah, Bani Nadlir, dan Bani Qainuqa adalah suku-suku Yahudi pertama yang pindah ke Madinah.  Setelah itu, datang suku Aus dan Khazraj adalah dua suku Arab keturunan kabilah Qahthan (Al-Qahtani) yang merupakan suku terbesar  di bangsa Arab. Mereka datang dari saba’, Yaman sebelum peristiwa banjir al-‘Aram dam runtuhnya bendungan Ma’rib.
Suku-suku dari Al-Qahtani tersebut selalu terlibat pertikaian di kota Yatsrib. Mereka saling berperang dan membunuh. Setelah Nabi Saw hijrah, pertikaian antar suku karena adu domba bangsa Yahudi pun berakhir. Kehadiran Nabi Saw, membawa berkah. Nabi Saw, mampu menjadi perekat sehingga persaudaraan Aus dan Khazraj menjadi lengket (Anshar) dengan kaum Muhajirin dan mengadakan perjanjian damai dengan masyarakat Yahudi.
Masing-masing suku memiliki kedekatan dengan Nabi Saw, Suku Aus pernah menawarkan tempat dan pertolongan kepada Nabi di Madinah. Suku Al-Khazraj mengakui bahwa Muhammad adalah calon Nabi seperti Nabi Isa a.s. karena mereka adalah saudara Waraqah ibn Naufal.[2]
Orang-orang Yahudi meyakini akan datang seorang utusan terakhir. Bahkan mereka menunggu kehadiran utusan Tuhan itu berasal dari marganya (Yahudi). Betapa terperanjatnya mereka ketika ternyata Muhammad adalah Sang Nabi utusan akhir zaman bukan dari Bani Israil, melainkan dari suku Arab. Penantian panjang mereka berubah menjadi kebencian. Mereka senantiasa membuat ulah dan onar sejak Nabi Saw hijrah sampai beliau wafat , bahkan sampai sekarang terhadap umatnya.



B.     Nama-nama Madinah
            Madinah Al-Munawwarah merupakan kota kedua, setelah kota Makkah,yang dikunjungi para jemaah haji dan umrah. Jarak antara madinah dan mekah kurang lebih 450 kilometer. Daerah Madinah telah lama dikenal sejak masa jahiliah, yakni sebelum kerosulan Nabi Muhammad saw. Daerah lama dan tua ini mempunyai beberapa nama diantaranya adalah :
1.      Al- Madinah
            Nama Al-Madinah adalah nama yang paling masyhur dan terkenal hingga hari ini. Nama ini diberikan oleh Nabi Muhammad saw. sendiri, sebagaimana termuat dalam berbagai hadist. Di dalamAl-Qur’an, nama kota ini diabadikan Allah pada surat al-Munaafiqun ayat 8 :
tbqä9qà)tƒ ûÈõs9 !$oY÷èy_§ n<Î) ÏpoYƒÏyJø9$#  Æy_̍÷ãs9 tãF{$# $pk÷]ÏB ¤AsŒF{$# 4 ¬!ur äo¨Ïèø9$# ¾Ï&Î!qßtÏ9ur šúüÏZÏB÷sßJù=Ï9ur £`Å3»s9ur šúüÉ)Ïÿ»oYßJø9$# Ÿw tbqßJn=ôètƒ ÇÑÈ   t
8. mereka berkata: "Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari padanya." Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.
            Dalam berbagai hadist, Rasulullah saw.menyatakan agar nama inilah yang dilestarikan sehingga nama al-madinah kemudian menjadi terkenal dan masyhur hingga saat ini.[3]
2.      Yatsrib[4]
            Yatsrib merupakan nama pertama dan tertua untuk menunjukkan nama Madinah. Yatsrib berasal dari salah seorang anak keturunan Nabi Nuh a.s. yang mengembara dari daerah Babilonia-Irak, dan kemudian tinggal di kawasan itu. Dengan bermukimnya Yatsrib dan keturunannya di sana maka tempat itu dinamakan Yatsrib.
            Sesudah hijrah di Madinah, Nabi Muhammadsaw. Mengubah nama ini,karena kata yatsrib mempunyai arti yang kurang baik, yaitu ‘memaki’atau ‘yang kotor’. Namun, di kalangan orang-orang yang anti-islam (kaum munafik) ketika itu masih saja mempergunakan kata tersebut.[5]
             Al-Qur’an mengungkapkan hal itu dalam surat al-Ahzab ayat 13 :

øŒÎ)ur Ms9$s% ×pxÿͬ!$©Û öNåk÷]ÏiB Ÿ@÷dr'¯»tƒ z>ÎŽøYtƒ Ÿw tP$s)ãB ö/ä3s9 (#qãèÅ_ö$$sù 4 ãbÉø«tGó¡our ×,ƒÌsù ãNåk÷]ÏiB ¢ÓÉ<¨Z9$# tbqä9qà)tƒ ¨bÎ) $uZs?qãç/ ×ouöqtã $tBur }Ïd >ouöqyèÎ/ ( bÎ) tbr߃̍ムžwÎ) #Y#tÏù ÇÊÌÈ  
13. dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mreka berkata: "Hai penduduk Yatsrib, tidak ada tempat bagimu, Maka Kembalilah kamu". dan sebahagian dari mereka minta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata : "Sesungguhnya rumah-rumah Kami terbuka (tidak ada penjaga)". dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka, mereka tidak lain hanya hendak lari.

3.      Bait ar-Rasul
            Bait ar-Rasul artinya ‘rumah rasulullah’. Dinamakan demikian karena Rasulullah bertempat tinggal di Madinah. Sejak hijrah ke Madinah hingga wafat, beliau tidak pernah pindah ketempat lain. Inilah yang diisyaratkan Al-Qur’an dalam surat al-anfal ayat 5 :
!$yJx. y7y_t÷zr& y7/u .`ÏB y7ÏG÷t/ Èd,ysø9$$Î/ ¨bÎ)ur $Z)ƒÌsù z`ÏiB tûüÏZÏB÷sßJø9$# tbqèd̍»s3s9 ÇÎÈ  
sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dan rumahmu dengan kebenaran, Padahal Sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya,.[6]

4.      Al Iman
            Madinah disebut juga kota iman,karena penduduknya adalah orang-orang yang menerima ajakan untuk beriman kepada Allah SWT. Penduduk Madinahlah yang menhijrah ke Madinah. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat al-Hasyr ayat 9 :
tûïÏ%©!$#ur râä§qt7s? u#¤$!$# z`»yJƒM}$#ur `ÏB ö/ÅÏ=ö7s% tbq7Ïtä ô`tB ty_$yd öNÍköŽs9Î) Ÿwur tbrßÅgs Îû öNÏdÍrßß¹ Zpy_%tn !$£JÏiB (#qè?ré& šcrãÏO÷sãƒur #n?tã öNÍkŦàÿRr& öqs9ur tb%x. öNÍkÍ5 ×p|¹$|Áyz 4 `tBur s-qム£xä© ¾ÏmÅ¡øÿtR šÍ´¯»s9'ré'sù ãNèd šcqßsÎ=øÿßJø9$# ÇÒÈ  
9. dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin), atas diri mereka sendiri, Sekalipun mereka dalam kesusahan. dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka Itulah orang orang yang beruntung

5.      Dar al-Abrar
            Dar al-Abrar artinya ‘tempat orang-orang yang baik dan mulia’, karena Madinah merupakan tempat tinggal dan dimakamkannya orang-orang baik, yaitu Rasulullah dan para sahabatnya[7].
6.      Al-Habibah
            Kata Al-Habibah bermakna ‘yang dicintai’ atau ‘disenangi’.Kota Madinah menjadi kota kecintaan Rasulullah sehingga dalam salah satu doanya Rasulullah saw,berkata :
            Ya Allah, jadikanlah kami mencintai (menyenangi) kota Madinah sebagaimana kami mencintai kota Mekah,atau melebihinya’.
            Kota ini didoakan Nabi agar menjadi kota yang disenangi dan dicintai orang mukmin,sehingga sekarang kota Madinah ini dikunjungi oleh umat Islam dari seluruh penjuru dunia[8].
7.      Dar al-Hijrah
            Dar al-Hijrah artinya ‘tempat hijrah’. Nama ini dijadikan gelar Madinah karena ketika Rasulullah saw.hijrah itu kedaerah Madinah maka dinamakanlah dengan Dar al-Hijrah.yakni tempat hijrah Rasul dan para sahabatnya untuk mempertahankan dan mengembangkan agama Islam.[9]
8.      Al-Haram
Kota Madinah disebut juga kota Tanah Haram.Hal ini sesuai dengan keberadaan Madinah yang disebutkan Nabi sebagai Tanah Haram,Sebagaimana Tanah Haram Mekah. Dalam hadits,Nabi saw.bersabda :
Madinah adalah tanah haram”
“Madinah adalah tanah haram yang aman”
Jadi,Madinah dinamakan juga dengan Tanah Haram sebagaimana Mekah disebut dengan Tanah Haram.
Demikianlah beberapa nama kota Madinah disamping nama-nama lain yang tidak disebutkan disini.[10]


9.      Thomah
          Dinamakan  Thomah karena kebaikan penduduknya, dan ada pula yang mengatakan karena kebaikan dan keberkahan dan kebaikan-Nya jika kita tinggal di sana.
          Sebagaiman hadis, artinya :
          “Ini adalah Thobah,ini adalah Uhud ia satu gunung yang mencintai kami dan kami mencintainya.”[11]

10.  Thobah
Hadist rasullah Saw, artinya:
sesungguhnya Allah SWT telah menamakan Madinah sebagai Thobah”.[12]

C.    Tempat-tempat bersejarah di Madinah

1.      Jabal Uhud
          Jabal Uhud adalah nama gunung atau kawasan yang terletak sekitar 2,5 kilometer dari masjid Nabawi ke arah utara.Daerah ini menjadi sangat terkenal setelah terjadi Peristiwa Perang Uhud pada masa Rasulullahsaw.Peristiwa itu diabadikan dalam Al-Qur’an surat al Imran ayat 153-154 dan berbagai hadits yang memberikan gambaran tentang kedudukan Gunung (jabal)Uhud itu.antara lain sabda Rasulullah saw :
          Gunung Uhud adalah gunung yang mencintai kita dan kita pun mencintainya.”
          (HR Bukhari, Ahmad,dan Thabrani)
          “Gunung Uhud adalah salah satu gunung surga “(HR Baihaqi)
          Menurut sebuah riwayat disebutkan bahwa gunung tersebut disebut ‘Uhud’ yang berarti ‘satu’,karena gunung ini menyatukan menyatukan gunung-gunung kecil yang ada disekelilingnya,sehingga terlihat gunung itu merupakan kesatuan (Uhud) dari beberapa Uhud.


          Gunung Uhud terlihat diliputi oleh warna kemerah-merahan,berbeda dengan gunung-gunung yang lain yang ada disekitar Madinah yang berwarna kehitam-hitaman.Gunung ini kelihatan melintang panjang,Menurut informasi gunung Uhud ini panjangnya lebih dari 6 kilometer yang berbentuk dalam beberapa puncak-puncaknya.
          Selain itu,Gunung Uhud mempunyai kedudukan tertentu dalam Islam.Dikatakan bahwa disana ada kuburan Nabi Harun a.s,yakni saudara Nabi Musa a.s. Bagaimana kebenaran riwayat ini belum dapat dipastikan.Yang jelas,di pelataran Jabal Uhud ini ditemukan perkuburan para syuhada Uhud,yakni para sahabat Nabi yang gugur dalam pertempuran Uhud,antara lain paman Nabi Muhammad yang bernama Hamzah dan Abdul Muththalib.
          Di Uhud inilah Rasulullah saw. Dan para sahabatnya menghadapi serangan yang dilakukan oleh kafir Quraisy terhadap kota Madinah dan umat Islam.Kekuatan militer yang disiapkan oleh kafir Quraisy adalah lebih dari 3000 tentara dengan peralatan dan perlengkapan yang cukup.
          Nabi Muhammad dengan kekuatan sekitar 700 personil siap menghadapi pertarungan dengan kaum kafir,sekalipun dengan perlengkapan yang sangat sederhana.Dengan ketulusan dan ketaqwaan serta pengaturan strategi peranng sedemikian rupa,kaum muslimin berhasil memenangkan pertempuran yang waktu itu terjadi pada hari Sabttu,7 syawal tahun ketiga Hiijriah.
          Dalam pertempuran ini dikenal kasus pemanah,yakni sekellompok pemanah yang ditunjuk Rasulullah.Mereka diamanati dan diperintahkan untuk tidak meninggalkan bukit yang ditunjuk Rasulullah,walau bagaimanapun keadaannya.Mereka berjumlah 50 orang dibawah komando Abdullah bin Jubair.Nabi Muhammad berpesan :
          Tetaplah kalian dibarisan ini.jagalah bagian belakang kami.Seandainya kalian lihat kami menang,jangan kalian bergabung dengan kami (yakni jangan meninggalkan bukit ini).Dan,jika kalian liat kami kalah ,janganlah kalian turun menolong kami.”(HR Bukhari)
          Nabi,selaku pimpinan perang memberikan perintah kepada pasukan pemanah itu untuk tetap di tampat dan melakukan tugas bagaimanapun situasinya.Tetapi entah mengapa,ketika kaum muslimin mulai menguasai jalannya pertempuran dan harta rampasan pun mulai berserakan,sebagian besar para pemanah turun meninggalkan barisan pertahanan yang sangat strategis itu.Tinggallah pemimpinnya,Abdullah bin Jubair dan beberapa orang,sedang yang lainnya sibuk mengambil dan mengumpulkan harta rampasan.
          Melihat keadaan bukit penahan itu sepi dari pemanah,hanya tinggal beberapa orang yang tidak tergoda untuk turun.Maka naiklah barisan pemanah kafir Quraisy di bawah pimpinan Khalid bin Walid,menggantikan posisi pemanah kaum muslimin.Dengan berubahnya posisi itu maka berubah pulalah jalannya pertampuran.Akibatnya,berantakanlah barisan umat islam,termasuk Rasulullah saw.sendiri terancam bahaya.Sampai-sampai muka beliau terluka dan giginya rontok.Sekalipun pada akhirnya kaum muslimin menang,namun dari peristiwa ini terlihat tindak ketidakdisiplinan.ketidakdisiplinan ini mendatangkan pelajaran yang sangat berarti bagi generasi muslimin selanjutnya.Bagaimana akibat kurang disiplin,tergoda materi dunia,dan sebagainya membuat barisan kaum muslimin terpecah belah.
          Tempat para pemanah yang diperintahkan Nabi untuk bertahan terkenal dengan sebutan Jabal ar-Rumah ‘Gunung Pemanah’.Tempat itu merupakan gunung kecil di kaki Gunung Uhud yang besar itu.Kini Gunung Pemanah (jabal ar-Rumah) itu masih tetap dipelihara pemerintah daerah Madinah,yang letaknya tidak jauh dari pemakaman para syuhada Uhud.Pada musim haji,gunung kecil ini didaki oleh banyak jamaah,baik dari Indonesia maupun lainnya.[13]
2.      Khandaq
          Khandaq adalah kawasan yang terletak disebelah Utara Masjid Nabawi,berjarak sekitar 3 kilometer.Kata khandaq berarti ‘parit’.Asal nama ini adalah ketika terjadi pertempuran sengit antara kaum kafir dan kaum muslimin ditempat itu,seorang sahabat Nabi yang terkenal bernama Salman al-Farisi,memberikan saran benteng pertahanan dengan bentuk parit,sebagai salah satu usaha untuk  mengatasi seranngan musuh yang demikian besar dan tidak seimbang.Sebab,ketika itu jumlah pasukan kafir tidak kurang dari 10.000 orang beserta perlengkapan yang relatif bagus,sedangkan kaum muslimin di bawah pimpinan Rasullulah hanya 3000 orang dengan peralatan yang sederhana.
          Saran Salman al-Farisi untuk membuat pertahanan dalam bentuk parit diterima Rasulullah dan para sahabat.Ketika melaksanakan penggalian parit itu Rasulullah turut bekerja keras menggali lubang,memikul batu dan sebagainya.Di samping turut membuat benteng pertahanan,Rasulullah sendiri yang memimpin jalannya pertempuran yang sangat dasyat itu.
          Sebagaimana pertempuran-pertempuran sebelumnya,Allah SWT tidak memberikan Nabi-Nya dan kaum muslimin yang bersungguh-sungguh membela dan menyebarkan agama Allah dihina dan dihancurkan oleh kaum kafir.Dalam pertempuran ini,Allah SWT membuktikan lagi keberadaan-Nya dengan mendatangkan bantuan-Nya antara lain dengan mendatangkan angin kencang yang melumpuhkan dan memporak-porandakan pertahanan dan perlengkapan musuh.Peristiwa ini dikisahkan Allah di dalam Al-Quran surat al-Ahzab ayat 9




$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#rãä.øŒ$# spyJ÷èÏR «!$# ö/ä3øn=tæ øŒÎ) öNä3ø?uä!%y` ׊qãZã_ $uZù=yör'sù öNÍköŽn=tã $\tÍ #YŠqãZã_ur öN©9 $yd÷rts? 4 tb%Ÿ2ur ª!$# $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? #·ŽÅÁt/ ÇÒÈ  
          “Hai orang-orang yang beriman ,ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan )kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara,lalu kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya.Dan,adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan”
          Dalam pertempuran ini Allah memberikan bantuan –Nya melalui usaha-usaha yang dilakukan Rasulillah saw. Dan para sahabatnya. Dengan bantuan angin topan dan malaikat serta yang lainnya, kaum muslimin memenangkan pertempuran ini.
          Medan perrtempuran inilah kemudian menjadi salah satu bukti sejarah dan pengajaran kepada umat Islam kemudian.Tempat ini menjadi salah satu lokasi tempat ziarah para jamaah yang berkunjung ke Madinah.
          Di tempat ini pula dikenal adanya masjid-masjid kecil yang dikenal masjid Lima (Masjid Al-Khamsah), yaitu masjid-masjid yang pada awalnya adalah tempat atau pos-pos pertahanan ketika terjadi pertempuran Khandaq atau disebut juga Perang Ahzab (Ghazwatul-Ahzab).Masjid-masjid itu adalah sebagai berikut :
·         Masjid Al-Fath yang bermakna ‘masjid kemenangan’ sewaktu peperangan,disitulah   Rasulullah saw.mengambil tempat sebagai pos pertahanan.
·         Masjid Salman al-Farisi r.a
·         Masjid Abu Bakar Shiddiq r.
·         Masjid Umar Bin Khaththab r.a
·         Masjid Ali Bin Abi Thalib r.a
          Masing-masing masjid itu pada awalnya adalah tempat pos pertahanan  mereka masing-masing.Masjid al-fath adalah pos pertahanan yang paling depan.Di situlah Rasulullah menghadapi musuh yakni di garis paling depan.
          Dari peristiwa Perang Khandaq ini banyak hikmah yang dapat diambil,diantaranya adalah perlunya kedekatan kepada Allah SWT, persatuan dan kerjasama,usaha dan strategi yang mantap,tidak gentar bila berhadapan dengan musuh,serta penuh tawakal kepada Allah SWT.[14]




3.      Bir Ali
          Bir Ali adalah suatu daerah yang terletak di luar kota Madinah arah menuju Mekah dan Jeddah,kira-kira 12 kilometer dari Masjid Nabawi.Daerah ini dikenal pula dengan sebutan “Dzulhulaifah”,sebagai tempat miqat (memulai niat ihram)bagi yang akan melaksanakan umrah atau haji di arah Madinah.Di sinilah didapati Masjid Miqad.
          Daerah Masjid ini menjadi penting dan sangat terkait dengan pekerjaan haji atau umrah bagi orang yang datangnya dari arah kota Rasul ini,karena di sinilah Rasulullah memulai niat ihram haji atau umrahnya.Beliau memulai niat itu setelah beliau melaksanakan shalat sunnah ihram dua rakaat.Dalam kitab hadits shahih Muslim diriwayatkan bahwa Rasulullah saw.,
          Ketika nanti tiba di Dzulhulaifah,ia shalat dua rakaat,kemudian setelah untanya tegak berdiri di samping masjid Dzulhulaifah (masjid Bir Ali) beliau bertalbiah: labbaik Allahumma labbaik,labbaika laa syarika laka labbaik, innal-hamda wan-ni’mata laka wal-mulk laa syarika laka.” (HR Muslim)
          Masjid Bir Ali dikenal pula dalam sejarah dengan sebutan Masjid asy-syajarah ‘pohon kayu’.Disebut demikian karena di situ dahulunya ada pohon (tsamrah) yang besar,lalu Nabu Muhammad saw.ketika itu berlindung dibawah pohon itu.Di sanalah diletakkan hamparan tempat shalatnya yang kemudian dibangun masjid.Sampai saat ini ,masjid itu dikenal dengan Masjid ihram,masjid miqat,Masjid Bir Ali, Masjid Dzulhulaifah, dan Masjid asy-Syajarah.
4.      Pemakaman Baqi’
Kata Baqi’ (al Baqi’) pada mulanya berarti ‘tanah’ yang tidak berbatu atau tanah yang gembur dan mudah digali.kemudian,kata ini menjadi sebuah nama pemakaman atau perkuburan kaum muslimin yang ada di kota Rasulullah saw.,Madinah al-Munawwarah.
Kawasan pemakaman Baqi’ initerletak disebelah timur dari Masjid Nabawi,yang kini setelah diperluas menjadi berdampingan dengan masjid tersebut.Ia menjadi pemakaman umum,khususnya jamah haji atau umrah yang wafat di Madinah.Biasanya, jamaah haji atau umrah yang meninggal dunia,setelah dishalatkan di Masjid Nabawi dimakamkan di Baqi’ ini.
Kedudukan pemakaman Baqi’ menjadi agung dan mulia karena banyaknya hadits-hadits Rasulullah saw.,yang menjelaskan tentang itu.Diantara hadits-hadits tersebut adalah sabda Rasulullah kepada Ummu Qaish :
Engkau lihatkah pemakaman –yakni Baqi’—ini?Dari sini Allah akan membangkitkan sebanyak 70.000 orang yang wajah mereka bercahaya seperti bulan purnama,lalu mereka dimasukkan kedalam surga tanpa hisab (perlindungan dosa).” (HR Thabrani,Ibnu Hibban ,dan Thayalusi)
Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa pada suatu malam Rasulullah berlari-lari meninggalkan rumahnya dan istrinya aisyah menuju pemakaman Baqi’ lalu mendoakan mereka di kegelapan malam itu,memintakan ampun orang-orang yang dimakamkan di Baqi’ itu.Demikian pula Rasulullah saw. Pada siang hari sering menziarahi orang-orang yang dimakamkan di tempat itu.
Dalam hadits diriwayatkan oleh ath-Thabrani dan lain-lain disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda :
‘Siapa yang meninggalkan dunia di Madinah ,akulah yang akan menjadi saksi dan penolong baginya di hari kiamat”.
Hadits ini meliputi juga orang-orang yang dimakamkan di Baqi’.Sebab,orang yang dimakamkan di Baqi’ tentulah orang-orang yang wafat di Madinah.
          Demikian antara lain kemudian pemakaman Baqi’ dan orang-orang yang dikuburkan disana.Selain itu, dipemakaman baqi’ ini pula ditemukan beberapa kuburan sahabat Rasulullah yang dimakamkan .Dipemakaman ini terdapat makam isrti Rasulullah,Aisyah r.a dan Ummu hat al-mu’minim lainnya; Ibrahim ;Putra Rasulullah saw ;Abbas bin Abdul Muththalih ;Hasan bin Ali ;Fatimah,putri Rasulullah ;Utsman bin Affan ;Abdurrahman bin Auf ;Utsman bin Mahzun ;Ja’far ash-Shadiq,para tabi’in,ulama,syuhada,dll.Termasuk jamaah haji Indonesia yang wafat di Madinah ,baik dahulu maupun sekarang[15].
D.    Piagam Madinah
          Piagam Madinah merupak suatu peraturan/UU pada saat itu, piagam Madinah sangt lah penti g bagi msyarakat madinah, bagi mereka piagam madinah ini menetapkan kedudukan mereka, yang selama ini mereka antara bani(suku) selalu berperang tapi setelah adanya piagam madinah maka batasan-batasan dsb diatur di dalamnya, sehingga kedamaian tercapai. Contoh nya tercapainya 1 kesatuan politik, membuat suasan/nuansa baru bagi masyarakat madinah dll.
          Di dalam sebuah tulisan piagam madinah di golongkan kepada :
1. Piagam Madinah sebagai Piagam
          Menurut Dr. Khalifa Abdul hakim “Islamic Ideology” Piagam Madinah jauh lebih tinggi tujuannya dari pada Magna Carta Inggris pada abad k-13, dan lebih baik dari Athlantic Charter pada abad k-20.[16]
          Menurut Harun Khan Serwani” Piagam Madinah merupakan yang besar untuk kebebasan pendapat dan pemikiran umum penduduk.[17]


2. Piagam Madinah sebagai Undang-undang
Prof. H. A. R Gibb “legislative enactment(penetapan legislative)[18]
          Emile D “Nabi Muhammad setelah berada di Madinah adalah seorang nabi,seorang legislator, pahlawan dan juga politikus.[19]
3. Piagam Madinah sebagai konstitusi
Dr. Muhammad Hamidullah”Piagam Madinah inilah konstitusi yang pertama di dunia.[20]
4. Piagam Madinah sebagai perjanjian
          Mulvi Muham"mad Ali”perjanjian antara muslin dengan Yahudi”.[21]

E.     Struktur pemerintahan Negara islam Madinah[22]

1. Ketua Negara
2. Naib Ketua Negara
3. Muawin/Wazir
4. Setiusaha (Bitanah)
5. Angkatan Bersenjata
6. Wali dan Para ‘Amil
7. Kehakiman
8. Jabatan Pentadbiran (management) Awam Negara
9. Majlis al-Ummah
10.  Diwan







Bab III
Kesimpulan
A.    Kesimpulan
          Asal mula atau sejarah madinah yakni ketik nabi hijrah lah maka kehidupan di sana menjadi lebih baik dan sekaligus menjadi Negara yang di jamn kesuciannya. Kemudian selain bernama Madinah, Negara ini juga memiliki nama lain yakni : Al Madinah, Yastsib, Bait ar rasul, Al Iman, dll. Selain itu Negara Madinah  memiliki peninggal-peninggaln sejarah  yang bagus seperti, jabal Uhud, Khandaq,Bir ali,dan pemakaman Baqi’.
          Secara historis Negara madinah atau sering di sebutkan Negara islam Madinah memiliki suatu atau perjanjian yang penomental dan sekaligus pertam kalinya di dunia. Dalam perjanjian(piagam Madinah) ternyata bias dikata kan sebagai perjanjian,piagam,konstitusi,dan Undang-undang Negara.
          Secara structural pemerintahan Negara Madinah/Negara Islam Madinah juga memilik pemimpin-pempin selayaknya Negara lain, seperti ketua Negara,naib ketua,manegemen keuangan dll.


B.     Penutup
Demikian uraian makalah dari kami,mohon maaf apabila terdapat kekurangan pada konteksnya,kesalahan penulisan,maupun kekurangan-kekurangan lain. Kritik dan saran yang membangun masih kami perlukan untuk perbaikan makalah kami di lain waktu.Sekian.










Daftar Pustaka
 Nasution, Muslim. 1999. Tapak Sejarah Seputar Makkah Madinah, cet. 1, Jakarta: Gema Insani Press.
Mulla Khathir, Khalil Ibrahim. 2008. Mukjizat kota Madinah,cet 2. Yogyakarta : pustaka Marwan
Idzim Irsad, Abdullah. 2009. Madinah Keajaiban dan keagungan kota nabi, cet. 1. Yogyakarta : A+plus books.
Abidin Ahmad, Zainal. Piagam Nabi Saw.
Yatim, badri. 1999. Sejarah Sosial Keagamaam Tanah Suci, Logos wacana ilmu
Arsitektur mesjid


[1] Iirsad, abd. Adzim, madinah keajaiban dan keagungan kota nabi hal 25-26
[2] Seorang ahli kitab
[3] Nasution, muslim tapak jejak serah seputar makkah dan madina, hal. 63
[4] Yastsrib : nama seseorang dari bani amalikoh, ia  orang yang pertama menjadi penghuni dtaran madinah sebalum islam.(di dalam Iirsad, abd. Adzim, madinah keajaiban dan keagungan kota nabi hal. 27)
[5] Ibid., hal 64
[6] Ibid,. hal 65
[7] Ibid,.
[8]Ibid,. hal 66
[9] Ibid,.hal 65
[10] Ibid,.
[11] Mulla khathir, kallil Ibrahim, mukjizat kota madinah  hal. 44-45
[12] Ibid,.
[13] Nasution, muslim tapak jejak serah seputar makkah dan madina, hal.111-113
[14] Ibid,. hal 115-119
[15] Ibid,. hal. 119-121
[16] Abidin Ahmad, Zainal. Piagam Nabi Saw,.  Hal. 68
[17] Ibid,.
[18] Ibid,.
[19] Ibid,.
[20] Ibid,.
[21] Ibid,.
[22] http://satriopinandito.wordpress.com/speech-struktur-pemerintahan-negara-islam-madinah/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar