Jumat, 29 Juni 2012

SAP KEWaRISAn


SATUAN ACARA PERKULIAHAN


Kode/Nama Mata Kuliah                   : Sy-313-2/Hukum Kewarisan Islam                                                  Revisi ke                        : 3
Satuan Kredit Semester                     : 2 SKS                                                                                                            Tgl. Revisi              : 26 Januari 2010
Jumlah Jam Kuliah dalam Seminggu            : 100 menit                                                                                          Tgl. Mulai berlaku : 8 Februari 2010
Jumlah Jam Kegiatan Laboratorium            :
Ranah Integrasi Interkoneksi                        : Materi

Integrasi dan interkoneksi pada ranah materi merupakan proses bagaimana mengintegrasikan ilmu-ilmu umum dalam kajian-kajian keislaman, dan sebaliknya. Model ini menuntut dalam setiap pengajaran mata kuliah keislaman diinjeksi dengan teori atau ilmu-ilmu non keagamaan. Oleh karena itu, dalam membahas materi  Hukum Kewarisan Islam  selalu diakitkan dengan situasi soaial yang melatarbelakangi, sistem kekeluargaan yang dianut masyarakat setempat dan pluralisme hukum kewrisan di Indonesia. Hal ini dimaksudkan agar  mahasiswa mengetahui posisi Hukum Kewarisan Islam dan aplikasintya di masyarakat dan lembaga pengadilan. Di samping itu, dalam membahas materi Hukum Kewarisan Islam juga dikaitkan dengan kemajuan-kemajuan dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan cara demikian Hukum Kewarisan Islam akan tetap eksis di manapun dan kapanpun.

Mata Kuliah Pendukung Integrasi Interkoneksi:
1.      Hukum Adat
2.      Hukum Perdata
3.      Pengantar Tata Hukum Indonesia
Deskripsi Mata Kuliah           :
Mata kuliah Fiqh Mawaris merupakan komponen Mata Kuliah Keahlian dan Ketrampilan (MKK) dengan  bobot 2 SKS yang wajib diambil oleh semua mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum kecuali Program Studi KUI. Sebagai sebuah materi keahlian, dalam mata kuliah ini dibahas berbagai materi berkaitan dengan aturan pewarisan dalam Islam menurut al-Qur’an, hadis dan ijtihad. Untuk mendukung integrasi dan interkoneksi, dalam perkuliahan dilakukan perbandingan dengan hukum/tata aturan kewarisan yang lain, misalnya hukum perdata, hukum adat dan hukum positif.
Mengingat sedemikian rumitnya aturan kewarisan dalam Islam, semisal identifikasi ahli waris, besar kecilnya bagian, hajib dan mahjubnya maupun cara penyelesaiannya, maka sebagai modal awal untuk membagi warisan aturan-aturan tersebut harus dihafalkan. Adapun untuk masalah-masalah kasuistik, penyelesaiannya merujuk kepada cara-cara yang ditempuh para ulama ahli hukum kewarisan maupun dengan menggali kearifan lokal. Secara umum perkuliahan mata kuliah ini menggunakan strategi belajar aktif. Di sini mahasiswa bukan sekedar obyek pembelajaran, tetapi aktif terlibat dalam proses pembelajaran bersama-sama dengan dosen. Dengan strategi ini diharapkan mahasiswa di samping memahami tata aturan hukum kewarisan Islam juga dapat mendalami, mensikapi dan mengapresiasi secara kritis terhadap berbagai persoalan kewarisan yang muncul di masyarakat. Untuk mewujudkan hapan ini, strategi pembelajaran yang ditempuh adalah melalui lecturing, discussion dan practicing.



Standar Kompetensi                                           :
Mahasiswa mampu menjelaskan tata aturan kewarisan dalam Islam, menyelesaiakn dan mengapresiasi masalah-masalah kewarisan    sesuai dengan tata aturan hukum kewarisan Islam.

Pertemuan
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi Pokok
Aktivitas Pembelajaran
Sumber Belajar

I
Mahasiswa mampu memahami SAP dan Kontrak Belajar
Mahasiswa dapat menjelaskan SAP dan Kontrak Belajar
Pengantar Kuliah: SAP dan Kontrak Belajar
1.Lecturing
2. Diskusi
3. Penugasan
SAP dan Kontrak Belajar





II
Mahasiswa mampu memahami ruang lingkup Hukum Kewarisan Islam.
Mahasiswa dapat:
a.    Menjelaskan pengertian Hukum Kewarisan Islam, hukum mempelajari dan mengajarkannya, sejarah perkembangannya, sumber hukumnya, dan asas-asasnya.
b.  Menjelaskan posisi dan hubungan Hukum   Kewarisan Islam dengan hukum kewarisan nasional.
c.   Menjelaskan pluralisme hukum kewarisan di Indonesia serta akibatnya.
Ruang lingkup Hukum Kewarisan Islam
1.Lecturing
2. Diskusi
3. Penugasan
·      Fatchur Rahman, Ilmu Waris , cet. II (Bandung: Ma’arif, 1981).
§  Muhammad Ali As-Shabuni,  al-Mawaris fi Syari’at al-Islami               (Beirut: Alam al-Kutub, tt).
·      Rahmad Budiono, Pembaruan Hukum Kewarisan Islam (Bandung: Citra Aditya, 1999).
·      Eman Suparman, Hukum Waris Indonesia dalam Perspektif Islam, Adat dan BW  (Bandung: Refika Aditama, 2007).




III





    Mahasiswa mampu memahami sebab, rukun dan syarat kewarisan. 
Mahasiswa dapat:
a.    Menjelaskan sebab-sebab pewarisan pada masa jahiliyah  yang tidak memberi  bagian kepada perempuan.
b.    Menjelaskan sebab-sebab pewarisan pada masa awal Islam yang juga tidak memberi  bagian kepada perempuan.
c.    Menjelaskan  sebab-sebab pewarisan menurut Islam yang memberi bagian kepada semua ahli waris baik laki-laki maupun perempuan.
d.   Menjelaskan  sebab-sebab    pewarisan dalam hukum adat dan hukum perdata yang memberi bagian kepada semua ahli waris  baik laki-laki maupun perempuan.
e.    Menjelaskan  rukun-rukun pewarisan.
f.     Menjelaskan syarat-syarat  pewarisan, yakni matinya pewaris, hidupnya ahli waris, baik laki-laki maupun perempuan, bahkan bayi yang masih dalam kandungan, dan tidak adanya penghalang kewarisan.
g.   Membandingkan dengan rukun dan syarat kewarisan dalam aturan hukum  lain.
Sebab, rukun dan syarat kewarisan. 
1.Lecturing
2. Diskusi
3. Penugasan
·       David Powers, Peralihan Kekayaan Politik Kekuasaan, Kritik Historis Hukum Waris   (Yogyakarta: LKiS, 2001).
·       Hasbi ash-Shiddieqy, Fiqhul Mawaris (Bandung: PT Al-Ma’arif, tt ).
·       Amir Syarifudin, Hukum Kewarisan Islam (Jakarta: Prenada Media, 2004).
·       Fatchur Rahman, Ilmu Waris , cet. II (Bandung: Ma’arif, 1981).
·       Dian Khairul Umam Fiqih Mawaris (Bandung: Pustaka Setia, tt).
·       Abdul Ghofur, Hukum Kewarisan Islam  (Yogyakarta: Ekonisia, 2004).
·       Eman Suparman, Hukum Waris Indonesia dalam Perspektif Islam, Adat dan BW  (Bandung: Refika Aditama, 2007).
·       Hasanain Muhammad  Makhluf, Al-Mawaris fi asy-Syari’ah al-Islamiyyah





IV
    Mahasiswa mampu memahami peng-halang-penghalang kewarisan
Mahasiswa dapat:
a. Menjelaskan hal-hal yang         menjadi pengha-lang kewarisan baik karena adanya penghalang kewarisan maupun karena adanya ahli waris yang lebih utama.
b. Menjelaskan hibah dan wasiat wajibah sebagai jalan memberi bagian kepada ahli waris yang terhalang untuk menerima warisan.
b. Relevansi beda agama sebagai penghalang
    kewarisan dengan Universal Declaration of Human
    Right dan berbagai aturan HAM di Indonesia.
Penghalang kewarisan
1.Lecturing
2. Diskusi
3. Penugasan
·       Hasbi ash-Shiddieqy, Fiqhul MawarisI (Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2001).
·       Abdul Ghofur, Hukum Kewarisan Islam  (Yogyakarta: Ekonisia, 2004).
·       Rahmad Budiono, Pembaruan Hukum Kewarisan Islam (Bandung: Citra Aditya, 1999).
·       Muhammad Yusuf Musa, Ahkam at-Tirkah wa al-Miras





V

  Mahasiswa mampu memhami hak-hak terhadap harta peninggalan (Tirkah)
a. Mahasiswa dapat:
    Menjelaskan hak-hak terkait dengan  
    harta peninggalan
b. Membandingkan dengan hak-hak tirkah  
     dalam aturan hokum lain
Hak-hak terhadap harta peninggalan
1.Lecturing
2. Diskusi
3. Penugasan
·       Ahmad Rafiq, Fiqh Mawaris (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2001).
·       Suparman Usman, Fiqh Mawaris, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 1997).
·       Idris Ramulyo, Perbandingan Hukum Kewarisan Islam dengan Kewarisan KUH Perdata (Jakarta: Sinar Grafika, 2004).
·       Kompilasi Hukum Islam.









VI
   Mahasiswa mampu memahami macam-macam ahli warisa dan bagiannya

Mahasiswa dapat:
a.    Menjelaskan ahli waris nasabiyah dan bagiannya
b.    Menjelaskan ahli waris sababiyah dan bagiannya
c.   Menjelaskan  furudh al- muqaddarah
d.    Menjelaskan ahli waris ashab al-furud dan haknya
e.   Menjelaskan ahli waris asabah dan macamnya
f.    Menjelaskan ahli waris zawil arham
g.   Menjelaskani hajib dan mahjubnya
h.   Membandingkan dengan aturan hukum lain.
i.    Menjelaskan formulasi pembagian warisan 2:1 antara laki-laki dengan perempuan atau formulasi lain sesuai dengan situasi dan kondisi yang melingkupi  secara adil
Penggolongan ahli waris dan bagiannya
1.Lecturing
2. Diskusi
3. Penugasan
·       Ahmad Rafiq, Fiqh Mawaris (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2001).
·       Fatchur Rahman, Ilmu Waris, cet. II (Bandung: Ma’arif, 1981).
·       Hasbi ash-Shiddieqy, Fiqhul Mawaris (Semarang: Pustka  Rizki Putra, 2001 ).
·       Amir Syarifudin, Hukum Kewarisan Islam (Jakarta: Penada Media, 2004).
·   Sukris Sarmadi, Transendensi Keadilan Hukum Waris Islam (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 1996).



VII
   Mahasiswa memahmi metode penghitungan pembagian warisan
Mahasiswa dapat mempraktikkan cara membagi warisan dengan berbagai metode
   Metode penghitunganpembagian warisan  dan aplikasinya
1.Lecturing
2. Diskusi
3. Penugasan
·       Fatchur Rahman, Ilmu Waris, cet. II (Bandung: Ma’arif, 1981).
·   Suparman Usman, Fiqh Mawaris, (Jakarta: Gaya Media Pratama, tt)
·   Azhar Basyir, Hukum Waris Islam (Yogyakarta: FE UII, 1990).


VIII
   Mahasiswa mampu memahami cara menghitung warisan terhadap ahli waris ashabul furud
Mahasiswa dapat mempraktikkan cara membagi warisan  jika ahli waris hanya terdiri dari  ashab al-furud
   Pembagian warisan jika ahli waris hanya terdiri dari ashab al-furud
1. Lecturing
2. Diskusi
3. Penugasan
·   Ahmad Rafiq, Fiqh Mawaris (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2001).
·   Suparman Usman, Fiqh Mawaris, (Jakarta: Gaya Media Pratama, tt).
·   Dian Khairul Umam, Fiqih Mawaris (Bandung: Pustaka Setia, tt).
·   Fatchur Rahman, Ilmu Waris,  cet. II (Bandung: PT. Al-Maarif, 1981)



IX
    Mahasiswa mampu memahami cara menghitung warisan terhadap ahli waris ashabul furud dan asabah
Mahasiswa dapat mempraktikkan cara membagi warisan  jika ahli waris terdiri dari  ashab al-furud  dan asabah
 Pembagian warisan jika ahli waris terdiri dari ashab al-furud dan asabah
1.Lecturing
2. Diskusi
3. Penugasan
·   Ahmad Rafiq, Fiqh Mawaris (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2001).
·   Suparman Usman, Fiqh Mawaris, (Jakarta: Gaya Media Pratama, tt).
·   Dian Khairul Umam Fiqih Mawaris (Bandung: Pustaka Setia, tt).

       


X
Mahasiswa mampu memahami masalah kewarisan anak dalam kandungan, anak zina dan anak li’an.

1.    Mahasiswa dapat menjelaskan dan membagi warisan anak yang masih dalam kandungan.
2.    Mahasiswa dapat menjelaskan dan membagi warisan anak zina dan anak li’an
  Kewarisan anak yang masih dalam kandungan, anak zina dan anak li’an
1.Lecturing
2. Diskusi
3. Penugasan
·       Fatchur Rahman, Ilmu Waris,  cet. II (Bandung: PT. Al-Maarif, 1981)
·       Hasanain Muhammad   Makhluf, Al-Mawaris fi asy-Syari’ah al-Islamiyyah
·       Rahmad Budiono, Pembaruan Hukum Kewarisan Islam (Bandung: Citra Aditya, 1999).



XI
 Mahasiswa memahami masalah al-muna-sakhah.
 Mahasiswa dapat menjelaskan al-muanasakhah
 dan cara penyelesaiannya.


  al-Munasa-khah
1.Lecturing
2. Diskusi
3. Penugasan
·       Fatchur Rahman, Ilmu Waris,  cet. II (Bandung: PT. Al-Maarif, 1981)
·       Hasanain Muhammad  Makhluf, Al-Mawaris fi asy-Syari’ah al-Islamiyyah
·       Muhammad Yusuf Musa, Ahkam at-Tirkah wa al-Miras
   

XII
Mahasiswa memahami cara membagi warisan  orang mafqud  dan banci
Mahasiswa dapat menjelaskan status orang hilang (mafqud) dan banci (khunsa) serta cara penyelesaian kewarisannya

  Kewarisan orang maf-qud  dan banci

1.Lecturing
2. Diskusi
3. Penugasan
·       Muhammad Ali As-Shabuni,  al-Mawaris fi Syari’at al-Islami               (Beirut: Alam al-Kutub, tt).
·       Fatchur Rahman, Ilmu Waris , cet II (Bandung: Ma’arif, 1981)
·       Hasbi ash-Shiddieqy, Fiqhul Mawaris (Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2001)



XIII
Mahasiswa mampu memahami masalah penggantian kedudukan/tempat
Mahasiswa dapat menjelaskan penggantiian kedudukan atau tempat tanpa membedakan antara laki dengan perempuan dan cara penyelesaiannya
 Penggantian kedudukan


1. Lecturing
2. Diskusi
3. Penugasan
·       Suparman Usman, Fiqh Mawaris, (Jakarta: Gaya Media Pratama, tt)
·       Rahmad Budiono, Pembaruan Hukum Kewarisan Islam (Bandung: Citra Aditya, 1999).
·       Kompilasi Hukum Islam.




XIV



Mahasiswa mampu menjelaskan gagasan pembaruan dalam pembagan warisan



1.  Mahasiswa dapat menjelaskan pembagian warisan dengan cara damai (tasaluh) dan takharuj.

Tashaluh  dan
takharuj
1. Lecturing
2. Diskusi
3. Penugasan
·       Ahmad Rafiq, Fiqh Mawaris (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2001)
·       Kompilasi Hukum Islam.
·       Fatchur Rahman, Ilmu Waris, cet. II (Bandung: Ma’arif, 1981)
2. Mahasiswa dapat menjelaskan  status hukum pembagian harta kekayaan sebelum pemiliknya meninggal dunia
 Pembagian   harta kekayaan sebelum pemiliknya meninggal dunia
1. Lecturing
2. Diskusi
3. Penugasan
·       Ahmad Rafiq, Fiqh Mawaris (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2001)
·       Kompilasi Hukum Islam.





Level Taksonomi                                                                                                  Komposisi Penilaian                                                             
Aspek Penilaian
Persentase
Ujian Akhir Semester
40 %
Ujian Tengah Semester
30 %                           
Tugas Mandiri
20 %
Keaktifan Mahasiswa
10 %
Komposisi Lain (jika ada)

Pengatahuan
20 %
Pemahaman
20 %
Penerapan
25 %
Analisis
20 %
Sintesis
5  %
Evaluasi
10 %

Daftar Referensi
Wajib                             1. Muhammad Yusuf Musa, Ahkam at-Tirkah wa al-Miras, Beirut: Dar al-Fikr, tt
                             2. Muh. Ali ash-Shabuni, al-Mawaris fi Syari’at al-Islam, Beirut: Alam al-kutub, tt.
                             3. Fathurrahman, Ilmu Waris, Bandung, Bulan Bintang, 1978.
                             4. Hasbi ash-Shiddieqy, Fiqhul Mawaris, Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2001
                             5. Ahmad Rofiq, Fiqh Mawaris, Jakarta, Raja Grafindo Persada, 1993.
                             6. Abdul Ghofur Anshori, Hukum Kewarisan Islam di Indonesia, Yogyakarta: Ekonomisia UII, 2005
                             7. David S. Powers, Peralihan Kekayaan dan Politik Kekuasaan: Kritik Historis Hukum Waris, Yogyakarta: LKiS, 2004.
                             8. Inpres No. 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam
                             9. Amir Syarifudin, Hukum Kewarisan Islam, Jakarta: RajaGrafindo Persada, tt
Anjuran                1. Ahmad Azhar Basyir, MA, Hukum Waris Islam, Yogyakarta: BPFE UII, 1990.
                             2. Rahmad Budiono, Pembaruan Hukum Kewarisan Islam, Bandung: Citra Aditya Bakti, 1999
                             3. Eman Suparman, Hukum Waris Indonesia dalam Perspektif Islam, Adat dan BW., Bandung: Refika Aditama, 2007.
                             4. Suparman Usman, Fiqh Mawaris, Jakarta: Gaya Media Pratama, 2002.
                             5. Sukris Sarmadi, Transendensi Hukum Waris Islam, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996.
                             6. Muh Arif, Hukum Warisan dalam Islam, Surabaya: Bina Ilmu, 1986.
·                                7. Idris Ramulyo, Perbandingan Hukum Kewarisan Islam dengan KUH Perdata, Jakarta: Sinar Grafika, 2004.


Disusun oleh


Diperiksa oleh

Disahkan oleh
Dosen Pengampu








Drs. Riyanta, M. Hum.
Penanggungjawab Keilmuan








Drs. Supriatna, M. Si.
Ketua Jurusan








Ahmad Bahiej, SH., M. Hum
Dekan








Noorhaidi, MA, Ph. D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar